salah dan keliru sama saja dengan benar dan betul.
lapaaaaaaar!
mencari imajinasi yg membuat perut kenyang. yg namanya imajinasi itu gratis, meWAH, dan banyak. hanya ada satu tempat, acara pernikahan sodaranya seorang teman. mencari sebuah kemeja dan celana jeans, lalu pergi dgn santai mencari tempat acara pernikahan sodaranya seorang teman bersama beberapa teman.
sampai juga di tempat. menggosok-gosok tangan -menandakan kami siap-, tersenyum lebar -menandakan bentuk asli imajinasi kami terpenuhi-. berjalan dengan sedikit gagah, tangan berada tepat di atas perut sambil mengelusnya perlahan. here we come.
setelah beberapa saat meributkan siapa yg akan menerima merchandise pernikahan, kami berjalan gagah menuju tempat terhidangnya makanan gratis, meWAH, dan banyak. hanya satu dari kami yg sibuk mencari seorang temannya itu.
siap menelan, dengan sedikit senyuman, dengan anggun gua mengambil sebuah makanan kecil bernama hamburger. teman gua yg berpisah mencari temannya yg lain itu, melambaikan tangan ke arah gua -selamat menikmati mungkin-, gua kembalikan lambaian tangan itu penuh pesona, dan melambaikan tangan ke teman gua yg lain. mereka berbuat demikian juga ke gua.
selamat makan. belum sempat merasakan first bite, si teman pelambai tangan tadi menghampiri. salah gedung katanya. keliru kata gua. kami berjalan menunduk, tetap dengan tangan mengelus halus perut, tanda kelaparan tetap menghantui. tapi harapan itu tetap menyimpul di sebuah senyuman.
bergerak menuju gedung yang telah menyepi. tidak ada lagi acara ribut kecil memperebutkan merchandise. kami hanya mempeributkan nama pengantin yg terpampang dijanur kuning. mungkin ini. lalu kami masuk. sudah ada wanita berkebaya yg menunggu di ujung sana, entah apa namanya. hanya ada beberapa pramusaja dan pramusaji yg mondar-mandir sibuk membersihkan makanan. salah satu dr kami berkata bener, itu orangnya. betul kata gua. seperti yg kalian duga, kami kehabisan makanan. hanya sisa nasi, beberapa ayam, dan sekeranjang kerupuk. tidak ada pengganti hamburger yg belum sempet gua first bite.
memesan sepotong ayam dan sepiring nasi. tujuh ribu katanya. kami makan di caniago. tempat biasa kami menghabiskan hampir seluruh malam disana.
TENTANG KEHIDUPAN di KOTA BERNAMA BANDUNG part 2
Lanjutin cerita sebelumnya, ahahah.
Ini sebuah kota yang hampir gak ada gedung tingginya, kalaupun ada, pasti masi bisa di hitung dan di hafal di luar kepala. Jadi, apa istimewanya? Haha, menurut gua gak ada, tapi akhir2 ini Bandung menunjukkan eksistensinya, cuaca disini berubah menjadi dingin. Entah hanya perasaan gua aja, atau emang lagi dingin. Padahal biasanya terik, tp tetep berhawa adem anyem, hehehe.
Sesaat yg lalu, beberapa orang menomentari spontanitas pikirannya terhadap kota Bandung. Ada yg bilang kota khilaf, kota maksiat,bla bla bla. Itu hanya segelintir perspektif orang saja, tapi bagaimana dengan pikiran orang yg sudah bertahun-tahun lamanya tinggal disini, ahhaaha, entahlah. Mungkin mereka tetap menganggap ini kota yg menyenangkan. Tapi buat gua, huaaaah, macam pula kota ini, kemana-mana jauh, haha, itu mungkin karena gua gak sama sekali mengenal tata letak kota ini dengan jelas, padahal ada beberapa macam orang yg bilang luas kota ini gak lebih besar dari Jakarta Timur, hoax!!
TENTANG KEHIDUPAN di KOTA BERNAMA BANDUNG

Ini bukan cerita tentang kehidupan orang, tp tentang kehidupan gua, seorang anak dari Jakarta, yang berharap banyak kepada mutu pendidikan dan kehidupan di kota Bandung.
Entah apa yang seharusnya gua cari di kota ini, mungkin ekspektasi gua terlalu besar terhadap kota ini. Mungkin gua berpikir bisa melihat salju disini, ahhaah, memang gila. Awalnya sih gua hanya berniat meninggalkan sebuah kota dgn keramaian dan segala hiruk pikuk yg entah akan seperti apa ujungnya jika gua tetap tinggal disana. Gua akan menambah kesesakan, menambah polusi, mericuhkan, mengurangi udara segar di kota bernama Jakarta, ahahah, itu semua hanya klise dan alibi semata. Gua hanya meninggalkan kesakit jiwaan gua disana, dan gua melakukannya dgn sangat berhasil, tapi dampaknya sekarang buat gua, oooh, cit man, gua meninggalkan seorang pacar disana. Pacar yg (katanya) selalu setia menunggu gua, dan mengatakan arti kehadiran gua disampingnya, tapi gua selalu gak bisa ada disana. Tapi bertenang jiwalah gua, karena dunia gua satu. Loh, tapi kenapa kita tidak bisa bersatu? Mungkin Tuhan sedang murka, atau memberikan kemudahan buat gua.
Bandung. Apa yg terlintas sedetik kemudian setelah lo mendengar kata itu? Gadis yg putih, gelis, dan baik hati. Kesejukan hawa kehidupan. Bersenang-senang. Berbelanja ria. Bercinta. Dan seabrek-abrek kata-kata yg menyenangkan otak.
Berhubung udah malem, dan besok gua harus UTS, jadi gua lanjutin nanti lagi yah, ketika otak gua merasakan kepenatan yg sangat mendalam, ke ini kagak itu kagan-an. Hahaha.
Sssstt, pacar gua menelfon.
Bandung Uppercover
[sabar aja pak, ada orang gila yang mau kabur kok, nanti tolong di anter yah
seorang bapak tua yang bersepeda ria, menggunakan lampu sepedanya dengan surat al-imran ayat 13-200 dan al-baqarah ayat 204. ini terjadi saat beliau sedang melewati jalan dipati ukur, tepatnya di depan kampus gua saat gua hendak makan siang. gua juga gak tau persis maksut beliau.
[semoga ALLAH SWT senantiasa menjaga beliau.Amin]
