TUMBUHAN ITU, Cannabis sativa.
Cannabis sativa namanya.
Di Indonesia, Ya, tumbuhan itu tumbuh seperti ilalang pada umumnya
Tumbuhan yg telah diciptakan Tuhan
Untuk apa Tuhan menciptakan?
Harafiahnya, Tuhan menciptakan apapun yg ada di Dunia ini untuk di manfaatkan.

Tumbuhan itu tumbuh dari biji,
Bukan karena gua, kalian, atau mereka tumbuhan ini tumbuh,
Tapi karena kekuasaan Tuhan, dan hukum alam-Nya.
Sama dengan tumbuhan lain, tumbuhan ini pun ingin tumbuh

Lalu datanglah manusia itu,
Mereka menamakannya NARKOBA,
Atas apa yg telah diciptakan Tuhan.
Manusia itu ingin memusnahkan apa yg telah di ciptakan Tuhan,
Saya menyebut manusia itu, MANUSIA SERAKAH.
Artificial Networked Guardian Generated for Accurate Repair and Assassination
itu namanya klo di masukin ke name generator robotic. tp dia bukan pembunuh. dia sahabat gua. haha. jauh dari yg namanya mencari ribut.
nongkrong sampe larut malam, hayuuu.
ngerusuh di rumahnya, mariiii.
minta anterin pulang, let's gooo.
mau curhat dong, boleeeee.
apa yg gak di kasi dari dia coba? hahah, ada ding. keperjakaannya yg entah di ambil siapa. shit.
mulai dari pacar, apalagi ra? keluarga, apalagi ra? teman, pengalaman.
hhahah, semuanya deh, di sikat abis.
dasar mellow, tampang STM, tapi isinya, klo gak kata bijak, ya sok bijak. hihihi.

liat aja, STM abis kan tampangnya, heheh.
tapi cewe mana yg gak suka, smpe gua jalan sm dia kemanapun, mata-mata telanjang para MAHO ngelirik. shit. itu salah lo ra.
kepemakaman dengan sejuta gaya. kepernikahan dengan seribu gaya. ke sekolah jadi idola wanita. ke kampus jadi tontonan pria. main futsal jadi perhatian wanita, apalagi klo main sm gua, aaaaaahhh, keren gila ni bocah. kapan kita di panggil A.Wenger raaa? udah gak sabar gua pgn buat jumpa fans. :hammer:
(laki laki butuh keberanian untuk hidup dengan cara laki laki ) "takut akan kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak mencoba sesuatu"
tuh, kata-kata sok bijaknya. bikin, grrrrrrrrrr.
coba dilihat sedikit kata-kata gua.
"you tried your best and you failed miserably. The lesson is, never try."
lebih grrrrrr dgn bahasa inggris. tapi artinya, bwahahah.
tapi semuanya terkendali di atas persahabatan.
you know i write a story about you.
i go, and you stay.
so get yourself together.
because, im became to greatest man in the world. ahhaha.
I love you more than my another friends, but please, don't tell them.
what happens when you smoke marijuana and got stoned.
mereka menyebutnya cakung. tidak bisa kemana-mana. hanya ada suara lagu berisik dari komputer yg menyala.
membuka lipatan kecil, merobek kertas, membuat sebuah lintingan gemuk padat.
membakar lintingan tersebut.menghisap asap putih yg keluar, dan menghembuskannya dari mulut yg hitam.
sudah terdengar riweh suara musik keras tadi, di ganti dengan musik dengan alunan reggae ataupun musik santai lainnya.
semenit kemudian terasa nikmat yang tak bisa di hindarkan. because you got high.

pikiran terasa mengawang, tapi badan tetap berada di tempat, tidak bergerak sedikitpun.
terasa saraf-saraf berubah menjadi rileks. mencari posisi yg enak.
terdiam lama, pikiran mengawang, kemudian buyar begitu saja, and you got stoned.
tersenyum setelah memikirkan apa yg baru saja dirasakan.
mengeraskan volume musik yg mengalun lembut, dengan suara vokalis yang menyeret.
membuat ketenangan sebenarnya. perasaan santai dan cinta damai.
semua hal sampai di buat gampang. hingga perasaan lapar muncul.

APA YANG SEBENARNYA TERJADI SETELAH MENGHISAP MARIJUANA :

Dalam tumbuhan ganja mengandung zat yg bernama THC (delta-9-tetrahydrocannabinol), zat aktif utama dalam marijuana.
efek yg didapat juga tergantung pada seberapa besar zat tersebut berada dalam marijuana dan bagian otak yg terserang.
jika zat THC menyerang otak bagian depan (warna orange), seketika itu juga saraf menjadi rileks, pikiran mengawang, dan ketenangan luar biasa.
jika zat THC menyerang otak bagian tengah (warna ungu), seketika itu juga perasaan kita menjadi senang, saraf otot pipi kita menegang sehingga terlihat sedang senang karena menghasilkan senyuman yg sangat lebar. dan tertawa sampai menangis.
jika zat THC menyerang otak bagian belakang (warna merah), maka penghisapnya akan mengalami kesantaian yg luar biasa, seakan tidak ada masalah yg mengganggu keceriaan, dan mengalami skip dalam waktu. misalnya ketika kita baru saja menyalakan console PS2 5 menit yg lalu, akan terasa sudah sangat lama console PS tersebut menyala.

APA EFEK SINGKAT SETELAH MENGHISAP MARIJUANA :
penghisap akan mendapat masalah pada memori ingatan dan apa yg harus di lakukan.
jantung penghisap akan berdetak lebih cepat.
distorted perception (sights, sounds, time, touch).
penglihatan penghisap ganja akan kehilangan fokus, dan mata penghisap akan terlihar merah.
tempat parkir di sebuah PTN di JKT
sedang duduk diam termangu sendiri di bangku parkiran.
SNT namanya.
sedang lewatlah teman gua bernama BBK.
disapa si SNT, basa basi ceritanya.
kenapa lo SN? diem aja.
di jawablah sm dia.
iya nih, lagi ada masalah gua.
di tanya lagi sm BBK.
apaan SN?.
si BBK yg sok pgn tau.
gua ngehamilin anak orang.
terdiam lah BBK.
trs BBK nanya lagi.
trs gimana jadinya?.
di jawablah sama SNT.
gak gimana-gimana, dia hamil.
bingung kan BBK.
di tanya lagi sm BBK.
trs masalah lo apa?.
di jawablah sm SNT.
masalahnya cowonya tau gua yg ngehamilin.
MANUSIA LAGA DEWA
hahaha, sapaan pertama dari teman2 gua.
"sehat Gel?"
hehehe, sapaan kedua dari teman2 gua krn gua tetap nyegir.
entah kenapa gua di anggap manusia yg berlaga seperti dewa. kenapa gak dewa berlaga manusia. terdengar lebih cool sepertinya. hihihi.
ada yg bilang krn gua "bisa" melakukan apa aja. bwahahah.
ada yg bilang krn "omongan" gua seperti dewa. hihihihi.
ada yg bilang krn gua bilang "gua adalah dewa". hehehe.
senyumlah, ketika kalian memanggil gua manusia berlaga dewa.
atau ketika kalian memanggil gua manusia berlaga dewa, tersenyumlah.
tapi, jika lo memanggil gua manusia berlaga dewa, tersenyumlah.
aksi dunia
Apapun yg telah gua dapetin, gak ada yg gak bermanfaat, dan pantas disyukuri.
"since i got you on my mind,
now you are here, it's so clear,
there's so much we could do, baby."
bob marley - stir it up
dunia mengajarkan gua tentang rasa santai, ahaha, tentang bagaimana menikmatinya.
tentang bagaimana menyikapinya.
Tony Q mengajarkan gua juga, gak mau kalah dia dalam menginspirasi gua,
Dia mengajarkan tentang bagaimana membuat hidup semudah mungkin,
tentang tidak ada satupun hal yg harus disesalkan,
tentang bagaimana takdir berjalan seharusnya.
you can have what you want
everybody likes you
you can have what you want
me too.
negara santai, cinta, damai.
Tidak ada kesenjangan sosial disini, semua sama, wanita, pria, maupun waria. Kalian di perlakukan sama adilnya. Selalu ada senyuman di raut wajah penduduk negara ini. mereka semua hidup dengan santai, ramah, tolong menolong, penuh rasa berbagi, dan rasa sama-sama saling memiliki. Mereka, tidak pernah menomer duakan cinta dan damai. mereka tidak pernah bercerita tentang uang, pangkat, kedudukan, dan harta dunia.
Apa kalian tidak menyadari bahwa negara yg kalian tempati sekarang, adalah negara yg egois. Di negara ini, kalian boleh manfaatkan sesukanya, tanpa ada kehancuran. Mereka semua asik bernyanyi dan berdansa, meneriaki negara-negara lain yg egois.
Negara ini, NEGARA SANTAI CINTA DAMAI.
The only place where dreams are impossible
is in your own mind.
ruangan itu terdiam seketika. tersenyum seirama.
masuk kelas. semua mahasiswa ruangan itu terdiam. seperti tertidur di atas meja kecil yang berada di depan kursinya. ada yg masi asik dengan terburu-buru, menuliskan sesuatu di atas meja kecilnya, ada yang seketika bangun setelah seorang pengawas ruangan masuk. sedang diadakan ujian rupanya. mencari cara. menulis materi ujian di meja kecil mereka. good luck. dengan perasaan sedikit tegang. menyingkirkan soal dan lembar jawaban yg ada di atas meja kecilnya. tersenyum, menemukan materi yg ditanyakan.asap yg mengepul
berfikir, memikirkan apa yang harus dipikirkan dan apa yang harus di benarkan dan siapa yang disalahkan. asap yg mengepul keluar dari air panas dan panasnya tubuh gua, memburamkan kaca tepat di mana gua berdiri. gak ada hubungannya memang, tapi gua mencoba menghubungkan. mungkin saat ini, pikiran gua sedang buram,udah, cuma itu.
gua gak mau mengambil keputusan sepersekian detik itu. kembali memejamkan mata. hmm, rasanya air itu semakin panas. hahah. sekarang gua matiin airnya. mencoba memenuhkan bathup. sepertinya akan lama. gua duduk di closet, hoaaaah, jadi pengen ee. yaudah, ee dulu. mencoba merasakan aliran ee yg keluar. tiba tiba bathup sudah setengah penuh. gua cebok dulu, siram dulu. langsung nyemplung. panas. kenapa dari tadi cuma panas. karena gua gak nyalain air dingin. sebuah sebab akibat. karena gua selalu menjadi penyebab tanpa memikirkan akibat.
merendamkan diri. sekitar satu menit lamanya. pokoknya sekuatnya, sampai terasa gua membutuhkan oksigen. satu lagi gua ambil. dia bertahan sekuatnya, sampai dia terasa lelah,entah. tapi itu bukan dia. dia adalah seorang yg datang, menyelamatkan gua, dengan rasa sayang yg gak kenal oksigen. yang akan mati ketika asap itu kembali mengepul.
provider-ku-sialan
bukan masalah pulsa yg habis. itu gak penting buat gua. tp yg penting itu komunikasi gua yg darurat harus terhenti begitu saja.
mencoba mengulang mengirim sms itu kembali. menunggu beberapa saat. tetap saja pending. bahkan setelah berjam-jam kemudian. dasar provider ku sialan.
mencari nomer layanan im3. gua coba hubungi. terdengar nada sambung di seberang sana.
mengikuti petunjuk yg di arahkan, hingga gua bisa berbicara dgn operator. setelah menunggu kembali beberapa menit. terdengar suara disana. dengan sigap dan asal semprot.
DMS : (gua ngomong gak ada istirahtanya) mba atau mas. saya gak peduli. saya dari beberapa jam yg lalu sms, tp pending terus. dasar koruptor.bisa di hubungin ke direktur indosat gak? saya tau pasti gak bisa. tp tolong di sampein aja. emang lo mau makan dari duit haram.
karena kecapean (gua gak napas). gua menghela nafas sebentar. ada suara dari seberang sana. ternyata operator itu hanya mesin penjawab otomatis. oooh, cit man.
Am I a Miss-Lover?
pacar.hanya kata itu yg terlintas di otak gua setelah akhirnya gua terbangun. membuka sms yg entah kapan masuknya.
ternyata dia sedang berjalan santai dengan keluarganya. hfff. gua kemana?
akhirnya menyalakan komputer. membuka foto-foto yg baru saja di upload.
rasa kangen menghampiri.
bertanya kepacar, cara menghilangkan rasa kangen. hff, hanya kata-kata biasa yg dikirimkan melalui MSNnya.
membuka google, mencari tau. hfff. sama saja, lebih baik mendengar kata-kata biasa daripada mencari ke google.
Bis SETAN !
menelfon papah.
dms : aku ditabrak sm bus sm kijang pap. depan belakang.
papah : trs kena urusan sm polisi gak? makanya hati-hati.
dms : polisinya gak ada, klo ada juga udah aku teriak-teriak maling.
papah : knp kmu gak naik motor aja? makanya hati-hati. ada-ada aja kmu.
dms : kan uja... tiiiiiiitttt, suara sambungan telfon yg di putus dr seberang sana.
close to me
ara : apakah banget deh lo.
dms : udah cepet!
ara : eh gel, hal apa yg saat ini bikin lo nyesel?
dms : hmm (sok mikir), gua mencintai dia terlalu banyak sampe gua bener-bener takut kehilangan dia.
dms : keren banget yah gua.
ara : TOT!
terlalu banyak cinta yg kmu berikan, aku ingin segera membalasnya.
i love you more each day. with love for RVD.
Rp 2000 pertama
tiga perempat jalan sudah gua tempuh. tidak ada rasa resah. tapi tiba-tiba muncul resah itu. mencari uang receh. hanya ada 300 perak di mobil. mengirim sms ke dia. gua minta di telfon.
DMS : kmu dimana? lama yah?
DIA : di halte.
setelah basi-basian sedikit.
DMS : kmu bisa ke gerbang kampus gak?
DIA : (dengan nada heran) kenapa?
DMS : aku gak punya uang buat masuk kampus kamu.
DIA : hahahaha. lucu bgt si kamu.
di ceritakan kembali oleh RIA.
salah dan keliru sama saja dengan benar dan betul.
lapaaaaaaar!
mencari imajinasi yg membuat perut kenyang. yg namanya imajinasi itu gratis, meWAH, dan banyak. hanya ada satu tempat, acara pernikahan sodaranya seorang teman. mencari sebuah kemeja dan celana jeans, lalu pergi dgn santai mencari tempat acara pernikahan sodaranya seorang teman bersama beberapa teman.
sampai juga di tempat. menggosok-gosok tangan -menandakan kami siap-, tersenyum lebar -menandakan bentuk asli imajinasi kami terpenuhi-. berjalan dengan sedikit gagah, tangan berada tepat di atas perut sambil mengelusnya perlahan. here we come.
setelah beberapa saat meributkan siapa yg akan menerima merchandise pernikahan, kami berjalan gagah menuju tempat terhidangnya makanan gratis, meWAH, dan banyak. hanya satu dari kami yg sibuk mencari seorang temannya itu.
siap menelan, dengan sedikit senyuman, dengan anggun gua mengambil sebuah makanan kecil bernama hamburger. teman gua yg berpisah mencari temannya yg lain itu, melambaikan tangan ke arah gua -selamat menikmati mungkin-, gua kembalikan lambaian tangan itu penuh pesona, dan melambaikan tangan ke teman gua yg lain. mereka berbuat demikian juga ke gua.
selamat makan. belum sempat merasakan first bite, si teman pelambai tangan tadi menghampiri. salah gedung katanya. keliru kata gua. kami berjalan menunduk, tetap dengan tangan mengelus halus perut, tanda kelaparan tetap menghantui. tapi harapan itu tetap menyimpul di sebuah senyuman.
bergerak menuju gedung yang telah menyepi. tidak ada lagi acara ribut kecil memperebutkan merchandise. kami hanya mempeributkan nama pengantin yg terpampang dijanur kuning. mungkin ini. lalu kami masuk. sudah ada wanita berkebaya yg menunggu di ujung sana, entah apa namanya. hanya ada beberapa pramusaja dan pramusaji yg mondar-mandir sibuk membersihkan makanan. salah satu dr kami berkata bener, itu orangnya. betul kata gua. seperti yg kalian duga, kami kehabisan makanan. hanya sisa nasi, beberapa ayam, dan sekeranjang kerupuk. tidak ada pengganti hamburger yg belum sempet gua first bite.
memesan sepotong ayam dan sepiring nasi. tujuh ribu katanya. kami makan di caniago. tempat biasa kami menghabiskan hampir seluruh malam disana.
I was landed.
"hari-hari ku cium wangimu, ooooo, aku sayang kamu, ooo, sobat setiaku......" suara musik reggae yang menyambut sore tanpa kerjaan hari ini.
bangun di jam 12 siang hari ini memang bukan sebuah gagasan ide yg baik. apalagi setelah melewati malam yg entah atau mungkin yg hampir terlupakan acara apa itu sebenarnya. ahahha.
bangun, mencari sesosok benda bernama hand phone yg telah beberapa jam lamanya mati karena tidak berdaya. memencet kombinasi angka hingga menghasil kan sebuah kalimat pesan singkat, " pacar, where are you? i need you now."
Kemudian melanjutkan dgn kegiatan membuka dan mengganti, sebuah sprei tempat tidur yg sudah lusuh dan berbercak sedikit merah, yeaaah, hampir setiap hari gua tidur diatas bendera Amerika, dan sepertinya gua rasa kalian harus tau bagaimana rasanya, SAMA SAJA.
Kemudian mulai menebarkan abu-abu rokok yang telah memenuhi asbak hasil curian teman di sebuah pusat hiburan. Kemudian di lanjutkan dengan gerakan tambahan, menghidupkan sebuah PC, setelah beberapa jam memutarkan lagu yang membawa gua ke alam dunia sana, entah dimana.
oya, pacar, dimana pacar gua? mudah-mudahan tidak ada yg memberi tau kalo pacar saya di culik oleh makhluk luar angkasa, gua tidak punya cukup uang untuk membetulkan UFO kalian, tapi mungkin gua punya ide untuk mendesign UFO kalian menjadi lebih menarik bentuknya hingga makhluk di muka bumi ini tidak ingin mencari tau lebih dalam tentang kalian. Kalo gua sih emg gak pengen tau, you're not my favourite fictional character, God is my favourite fictional character.
Jeruk menusuk jeruk, jeruk di tusuk jeruk.
okeh, skr lo coba samain imajinasi lo dgn orang yg menusuk atau ditusuk, lo boleh memilih diantara keduanya, itu gak masalah buat gua.
buat yg menusuk, apa salahnya sih pulang bareng, beribadah bareng, emg gak ada salahnya, tp itu bisa jadi masalah ketika wanita itu adalah bentuk imajinasi seorang sahabat lo. apa lo gak pernah berfikir, ketika lo terhanyut dalam suasana jatuh cinta sejuta rasa, ketika lo harus memasang foto wanita itu sebagai wallpaper komputer lo, mengedit fotonya berupa garisan-garisan pixel, dan sudah menjadi makanan gosip sehari-hari. dan, wooy, itu sahabat lo sendiri, temen yg setiap hari ada disekitar lo. apa lo gak berfikir, ketika lo udah bisa jalan sm wanita imajinasi sahabat lo, trs lo minjem mobil sahabat lo buat jalan sm wanita imajinasinya, eh gak ding, wanita itu bawa mobil sendiri, jadi apa lo gak berfikir, ketika sahabat lo ada di kamar lo, trs wanita imajinasinya itu datang untuk menjemput lo. apa lo gak berfikir, ketika lo melakukan kegiatan peribadahan bersama wanita itu, dan sahabat lo itu duduk terdiam, sendiri, memojok, melamun di tempat peribadahan yg sama.
buat yg ditusuk, hahaha, dia gak kenapa-kenapa kok, itu hanya bagian dari imajinasi dia saja.
Batu Karas

Pantai yang terletak di daerah tasik atau pangandaran kalau gak salah, pokoknya gua berangkat dari bandung sekitar 6 jam baru nyampe. gak ada polusi apalagi polisi. gua tidak menyadari indahnya pantai di baru karas. kekacauan terjadi dimana-mana. manusia-manusia bodoh bertaburan disana. sayang sekali, teman saya yang bernama rmn, tidak hadir, padahal dia pemasok 'one line'. yang jelas, jgn biarkan anda sadar di daerah seperti ini, parcaya gak percaya, disana ada sign, " dilarang keras untuk sadar".
sepanjang jalan Bandung, Lembang, Subang, dan Pamanukan(?).
“Dimi, nanti sore ada latian futsal, lawan akuntansi 2007, jangan lupa yah.”
“Siaaap!”
Ketua angkatan gua emang bertanggung jawab, dia mengingatkan anggota angkatannya untuk latihan. Kebetulan juga, gua lumayan bisa main futsal, kalo cuma sekedar nendang sama ngoper sih masalah sepele, bukan masalah maradona. Gua berempat juga terkenal sebagai pasukan hura-hura sekaligus huru-hara.
“Mau kemana dulu nih kita? Makan?” Awan mengajak. Soalnya kalo dia balik ke kosannya, pasti ujung-ujungnya tidur.
“Bebas sih, gua bispak,” jawab Menez.
Akhirnya gua berempat menunggu di tempat makan roti bakar Caniago di dekat kampus. Merencanakan apa yang akan dilakukan nanti.
“Gua mau ngerusuhin ah, biar seru,” Aril menjelaskan kemauannya.
“Heee, yaudah, siapa takut.” Seretak kami bertiga setuju.
Sekarang sekitar jam enam malam, kami berempat dengan semangat huru-hara langsung tancap gas menuju tempat yang akan dijadikan perkara, di daerah kampus YPKP. Kami menggunakan mobilnya Awan. Kami datang sedikit telat, bak pasukan asli huru-hara, kami berjalan dengan membusungkan dada, sedikit memasang tampang ngocol. Lapangan terlihat sangat sepi, gak ada sama sekali anak akuntansi 2007 yang datang.
“Anak akunnya gak ada?” tanya aril.
“gak datang, takut mungkin,” Melki, si ketua angkatan yang menyahut kencang, sambil terus bermain futsal.
“ciiit man, cupu banget sih,” Aril mengeluh sendirian. Akhirnya kami berempat hanya setia melototin latian futsal.
Sekitar jam sembilan latian selesai. Anak-anak yang lain langsung pulang. Cuma tinggal gua berempat disana.
“Nongkrong aja yuk, dimana gitu.” Awan mengusulkan.
“Jangan di Caniago tapi, baru tadi dari sana.”
“Ke Lembang yuk, mau gak?” Jarang banget Awan ngajakin ke Lembang, pasti lagi kenapa-napa.
“Boleh.”
Sesaat kemudian mobil yang gua tumpangi menuju arah Lembang, sedikit sepi, tujuan pertamanya adalah mandi air hangat yang beraroma belerang.
Suasana sangat mencekam ketika memasuki hutan di daerah Gunung Tangkuban Parahu. Nyaris tidak ada lampu di sepanjang jalan, penerangan utama hanya dari lampu mobil. Kiri-kanan gua terlihat banyak pohon yang entah apa namanya, menjulang tinggi. Suasananya, sangat sunyi, gelap, dan mencekam, yang ada hanya suara-suara dengungan aneh, dan samar-samar lagu dari mobil karena di kecilkan.
Nggak kerasa kami sudah sampai di daerah Ciater, banyak orang sekitar yang menjajakan villa untuk menginap. Salah satu tempat pemandian sudah dilewati, yang kedua pun sama. Entah sebenarnya kita ingin menuju kemana. Hawa dingin menyerbu kami berempat. Awan mulai melepas bajunya. Gua, Aril, Menez gak mau kalah, mengikuti kebodohan Awan dengan senyuman.
“Sampe mana ni wan?” gua mulai cemas.
“Gua juga gak tau, ikutin aja dulu jalannya, kayanya gua pernah lewat sini,” jelasnya.
Kami berempat terjebak dalam sebuah pilihan di pertigaan, ada sebuah petunjuk jalan yang sudah gak asing namanya.
“Kalo ke kanan ke Subang, kiri ke Jakarta,” Awan menjelaskan maksud petunjuk itu.
“Gak ada arah ke Bandung apa?” tanya Aril.
“Kayanya sih gak ada kalo dari sini, kalo dari Subang mungkin ada,” jelas Menez yakin.
“Emang lo pernah ke Subang Nez?” Aril menguji pengalaman Menez.
Dengan cepat Awan menjawab, “gua kayanya punya saudara di sana, tancap Bleh.”
Dengan segera kami melanjutkan perjalanan, kali ini menuju Subang. Menez menanyakan keganjilan yang melekat di hatinya, “Hubungan saudara lo sama perjalanan kita apa Wan? Emang Doi mau ke Bandung bareng?”
“Gak tau juga gua, nanti ajak aja, siapa tau Doi mau, kita kerumahnya dulu aja.”
“Berarti lo pernah ke Subang Wan?Ada apa aja disana?” Menez mulai semangat.
“Belom sih, nanti tanya saudara gua aja, oke banget gak tuh?”
“tancap Blay,” Menez menjawab penuh dengan semangat. Gua sama Aril cuma bisa mengikuti roda ban mobil depan, sambil bergaya ala turis, duduk manis, tertawa merasakan kepanikan dalam diri masing-masing.
“Selamat Datang di Kota Subang” kira-kira seperti itu maksud sebuah papan yang terpampang di jalan.
Terlihat suasananya masih sepi, masih dikelilingi oleh pohon-pohon di kiri-kanan jalan. Setelah beberapa lama hanya mengikuti jalan lurus saja, kami menemukan sebuah perempatan, agak ramai disana, sebuah kantor pos polisi, dan beberapa personilnya. Terlihat juga sekumpulan anak muda yang berkumpul, entah sedang melakukan apa. Awan hanya bisa berjalan lurus saja, enggan untuk sekedar belok kiri atau kanan.
“Wan, rumah saudara lo di mana? Kita sudah di Subang nih?” Menez mulai lemes melihat gelagat Awan yang dari tadi cuma jalan lurus aja.
“Santai dong Nez, gua juga lagi nyari ini. Tanya polisi aja yuk, tadi kan diperempatan belakang ada pos polisi.”
“Emang saudara lo polisi juga Wan? Asik dong.” Menez menaruh harapan yang berlebihan.
“Kata siapa? Saudara gua mah warga sipil biasa, disini doi juga ngontrak kalo nggak ngekost, gua juga rada lupa lagi namanya, apalagi mukanya.”
Alhasil, dengan kebodohan seorang Awan kami sepakat bahwa kami sedang tersesat di kota terujung Indonesia.
“Yaudah, kentang banget nih, lanjut ke Marauke aja yuk, mau gak?” Awan semakin menjadi dengan kebedohan kuadratnya.
Serentak kami berempat menyanyikan sebuah lagu, dari Subang sampai Marauke, sambil menertawai kebodohan kami berempat. Kami berhenti di sebuah warung yang berjarak beberapa meter dari papan yang bertuliskan “Selamat Jalan”, sekedar untuk membeli rokok dan air mineral.
“Punteun Bapak.” Gua yang turun untuk membeli, bertanya pada Bapak penjaga warung.
“Ya den, kunanaon?”
“Ini masih Subang kan Pak?”
“Iya den, ada apa emangnya malam-malam gini? Mau kemana emang si Aden?”
“Ada yang nyasar Pak. Kalo saya sih mau ke Bandung, udah gak betah di sini.”
“Siapa Den yang nyasar?”
“Itu Pak, temen saya yang lagi nyupir, namanya Awan. Kalo lurus terus, itu ke daerah mana ya Pak?”
“sekitar tiga kilo meter lagi Pamanukan Den.”
“Dim, coba tanyain saudara gua, siapa tau orangnya kenal!” Awan berteriak dari dalam mobil. Gua cuma bisa memaksakan senyum ke arahnya.
“Sebentar ya pak, saya mau nanya teman saya dulu, maunya gimana.”
Akhirnya kami berempat sepakat untuk balik lagi ke warung tadi setelah menemukan plang bertuliskan “Selamat Datang di Pamanukan”.
“Punteun lagi Bapak.”
“Ya den, ada apa lagi?”
“Ada yang nyasar lagi Pak. Teman saya, sama lagi orangnya. Kalo boleh tau Pak, kalo ke Bandung lewat mana ya Pak?”
“Dari sini mah tinggal lurus aja Den, ke arah sana.” Bapak penjaga warung menunjukkan arah dengan jempol kakinya.
“Emangnya Aden dari mana? Kok bisa nyasar?”
“Saya dari Bandung Pak, berempat, saya sih gak nyasar, yang nyasar teman saya Pak, yang itu, kan tadi sudah saya kasi tahu orangnya.” Gua kembali nunjuk Awan.
“Sama aja atu mah Den.”
Akhirnya, setelah melewati perjalanan lurus yang panjang, melewati jalan yang sama, hutan yang sama, Gunung Tangkuban Parahu yang sama, kota Lembang yang sama, malam yang sama, kami sampai di kota Bandung, bersepkat tidur bersama di kamar toilet bersama.
.jpg)
